Hormatilah Orang Tua Kalian Sebelum Mereka meninggalkanmu

Rabu, 27 Februari 2013

Tips Sukses Kuliah

A. Tips Menjadi Mahasiswa Sukses I
1.Yakinkan Diri
Mulai saat ini kuatkan keyakinan pada diri anda bahwa saat ini anda berada di kampus terfavorit dan berada pada jurusan yang paling unggul diantara jurusan-jurusan lainnya. Dan anda yakin akan sukses di kampus ini dengan segala perangkat pembelajaran dan instrumen pendukung lain yang ada di kampus ini.
2.Percaya Diri
Bangun tidur cari cermin katakan pada diri anda sendiri “Aku adalah aku bukanlah orang lain dan aku yakin bisa lebih unggul dari yang lain. Aku yakin akan kemampuanku sendiri dan aku yakin mampu berbuat yang terbaik dari yang lain”.
3.Cermati Sajian Mata Kuliah
Anda perhatikan KRS anda dan cermati sajian mata kuliah yang ada di sana. Eits..jangan lama-lama segera bergegas untuk cari buku yang sesuai dengan mata kuliah yang akan ditempuh semester ini. Nggak perlu nunggu kuliah mulai aktif, lebih cepat lebih baik. Kalo persediaan duit lagi mepet, belinya di loak aja. Meskipun bekas, yang penting isinya bisa dipahami dengan baik. Tapi kalo ada duit, bisa langsung ke toko buku terdekat aja he…he…kalo cari info di warnet bagaimana? boleh juga kok. Setelah mendapat bukunya atau info dari warnet, segera anda pelajari satu persatu nggak perlu sampe tamat semua. Yang penting anda tahu poin-poin penting yang anda baca. Sehingga anda selangkah lebih maju dari temen yang lain.
4.Komunikatif
Sadari bahwa anda kuliah di kampus ini tidak sendiri. Banyak teman sesama mahasiswa (adek/kakak/teman se angkatan) maupun dosen yang siap membantu anda menuju kesuksesan. Manfaatkan waktu luang, untuk bertanya tentang mata kuliah yang belum anda mengerti atau tugas yang diberikan. Jika kurang maksimal, anda bisa bikin janji dengan dosen untuk bertanya lebih jauh tentang apa yang ada belum pahami. Insyaallah dosen sangat senang dan bersemangat untuk membantu anda. Karena memang begitu tugasnya dosen he..he…atau anda bisa langsung ke perpustakaan. Di sana sangat banyak literatur yang dapat anda pelajari untuk membuka cakrawala wacana yang lebih luas.
5.Aktif
Yang di maksud aktif di sini adalah aktif di organisasi yang ada di kampus atau yang lebih dikenal dengan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) contoh: HMJ, BEM, LSO (Lembaga Semi Otonom), DMF dan MPM atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) selain sebagai wadah penyaluran minat dan bakat anda akan mendapat pengalaman tentang manajemen dan kepemimpinan dalam organisasi atau yang ada di setiap fakultas. Banyak hal yang akan kita dapatkan dengan aktif diberbagai kegiatan organisasi yang ada di kampus. Pengalaman bekerjasama dan bersosialisasi dengan orang lain dan ilmu lain yag tidak kita dapatkan di bangku kuliah. Selain mendapat bekal intelektual di bangku kuliah kita juga mempunyai kesempatan untuk aktualisasi diri dan menyalurkan minat dan bakat di organisasi. Sehingga ada memiliki bekal yang komplit untuk terjun di masyarakan sebagi “Agen of Change”.
6.Mulailah Menulis
Biasakan sejak dini untuk memperbanyak membaca dan menulis. Hal ini penting untuk mengasah imajenasi dan kreatifitas dalam menulis. Kok membaca dan menulis? Iya dunks, kalo nggak banyak baca apaan coba yang mau di tulis? betul nggak? Nggak usah terlalu muluk-muluk dulu. Tulislah dari hal yang sederhana, mungkin kegiatan sehari-hari, pengalaman lucu dan sedih, cerpen, opini singkat mengenai suatu peristiwa, rangkuman dari mata kuliah yang sedang ditempuh atau buat anda yang jago komputer, bikin aja tutorial sederhana tentang penggunaan software atau segala hal yang berkenaan dengan komputer. Pokoknya tulis aja yang pengen anda tulis. Puisi juga boleh. Kali aja ntar jadi pujangga cie…Trus nulisnya di mana? Mungkin kalo di komputer anda bisa bikin folder pribadi khusus buat karya yang telah anda buat. Kalo fasilitas on line anda bisa bikin blog dengan memilih blogspot.com ato wordpress.com untuk memuat tulisan anda di sana.
7.Tips IPK tinggi
a.Biasanya dalam sajian mata kuliah ada beberapa mata kuliah yang tidak disukai oleh sebagian besar mahasiswa. Kalau perlu anda survey terlebih dahulu ke kakak angkatan atau temen-temen yang lain. Nah ini kesempatan anda untuk memanfaatkan peluang. Maksimalkan diri anda untuk menekuni mata kuliah ini. Di saat temen-temen pada boring dengan mata kuliah ini anda justru harus semangat sehinga anda mendapat hasil dan nilai yang maksimal dan lebih tinggi dari yang lain.
b.Jangan lupakan mata kuliah yang pada umumnya disenangi oleh temen-temen anda. Anda harus bersaing dengan temen-temen yang juga serius menekuninya. Karena mata kuliah ini secara umum disenangi oleh temen-temen anda.
c.Berusah untuk maksimal dalam mengerjakan tugas. Jangan hanya asal-asalan. Bukan jamannya “copy paste” anda dikaruniai otak dan potensi untuk berpikir mandiri jadi anda harus yakin bahwa anda bisa melakukannya sendiri. Cari referensi yang lebih lengkap dan akurat. Kalau perlu konsultasikan tugas anda terlebih dahalu kepada dosen. Jangan puas dengan text book yang ada, akan tetapi cari buku-buku lain yang dapat menunjang kelengkapan dan validitas tugas anda. Sehingga tugas anda benar-benar berbeda dengan yang lain. Selain lebih lengkap, akurat dan kreatif.
8.Bersyukur
Nah semua langkah sudah di lakukan sekarang tugas anda adalah bersyukur dan tawakkal dengan hasil apapun yang anda peroleh dari usaha keras anda. Baik buruknya nilai yang anda peroleh itu relatif dan tidak perlu anda risaukan. Yang penting anda sudah mengerahkan segala usaha dan potensi anda dengan baik. Proses yang baik itu lebih baik dari hasil yang baik. Karena untuk menjalani proses yang baik itu sulit dan perlu pengorbanan. Sedangkan hasil yang baik belum tentu diperoleh dari proses yang baik. Yang penting jangan pernah puas dengan nilai yang telah anda peroleh. Terus berusaha untuk meningkatkan lebih baik lagi. Dan ingat!!! Jangan pernah putus asa, jangan sombong dan tetap rendah hati.
B. Tips Menjadi Mahasiswa Sukses II
mahasiswasukses.gifAnda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun diri sendiri saja susah bo :) Apa salah jurusan yah? Padahal dulu dah baca-baca tulisan tips dan trik memilih jurusan. Bingung karena nggak dapat apa-apa di universitas. Jadi makin terseok-seok dan tanpa ruh kalau baca tulisan tentang jenis mahasiswa. Hmmm … coba deh ikuti tulisan ini, siapa tahu ada tips yang cocok dan bisa bikin semangat bangkit.
  1. Bangun tidur, berdiri di depan kaca, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kos-kosan ini (Ya soalnya anda sendirian sekarang :D ) Kalau anda merasa itu kurang, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kelas anda atau terganteng di kampus anda. Yakinilah bahwa anda adalah manusia pilihan, paling tidak terpilih sebagai wakil desa anda yang bisa kuliah di universitas ini. Atau kalau lebih pede lagi, bilang bahwa andalah makhluk terbaik di muka bumi, ya memang benar, paling tidak dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan :P
  2. Mandi yang bersih, sisir dan rapikan rambut anda. Ambil handphone, bikin senyuman paling manis, foto wajah anda. Ulangi lagi kalau masih kurang enak dilihat. Kalau sampai 10 kali jepretan masih juga kurang enak di lihat, ambil secara acak saja. Mungkin wajah anda memang tidak terlalu enak dilihat :)
  3. Nyalakan komputer, akses internet, nggak usah ke mana-mana, langsung saja buka http://wordpress.com. Buat account blog di sana.
  4. Renungi hidup anda, ingat-ingat lagi perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang dan apa yang telah anda lakukan. Masuk ke menu administrasi http://wordpress.com, klik Write->Page. Buat tulisan dengan judul About Me, tuliskan resume, kisah hidup dan Curriculum Vitae (CV) anda. Tuliskan “apa saja” seluruh kegiatan anda di sana. Dari lahir, SD, SMP, SMA dan kuliah. Pernah jadi ketua OSIS, sekretaris, bendahara atau pesuruh OSIS? Atau pernah ikutan nyembelih kambing kurban, pernah jadi penjaga masjid, pernah bikin workshop komputer, pernah menang lomba balap karung, cerdas cermat atau lomba gambar di kampung. Tulis semuanya. Kerahkan seluruh ingatan anda, anggap saja nostalgia. Sekali lagi, tulis semua, apapun yang anda lalui di “Page” berjudul About Me tadi. Sudah puas? Klik “Publish“. Kalau ada yang kurang tambahi lagi, kalau merasa halaman itu nggak cukup dan harus tulis dalam OO Writer atau MS Word, copy and paste saja draft tadi. Jangan lupa convert ke PDF dan upload di halaman About Me. Perbaiki terus CV anda setiap ada kegiatan yang anda lakukan, sekecil apapun. Beri juga skrinsyuut kalau diperlukan. Oh ya, foto manis anda tadi jangan lupa dipasang di halaman About Me, kalau pingin contoh, termasuk gimana nempatan CV versi PDF cek di sini deh :)
  5. Sekarang ayok berdiri, jalan ke meja belajar anda. Kenangi kehidupan kampus anda, senangnya ketika diterima di universitas ini, semangatnya ikutan ospek (atau apa ya namanya sekarang?), dosen-dosen anda yang baik dan menyenangkan, nilai mata kuliah anda yang naik turun (yang pasti lebih banyak turunnya ;) ), dan mungkin juga teman-teman mahasiswi anda yang sudah menolak cinta anda :) Kenang semua. Olala, ada kenangan manis disaat anda berjaya dengan satu mata kuliah yang anda senangi, dosennya juga maknyus kalau ngajar, dan anda akhirnya anda mendapatkan berkah nilai A diantara tumpukan nilai C, D dan E.
  6. Mata kuliah apa itu ya, yang dulu anda senangi? Cari buku catatan anda, obrak abrik meja belajar untuk nyari buku textbook mata kuliah itu. Ketemu? Oalah anda ternyata jagoan Rekayasa Perangkat Lunak. Ok sekarang lihat lagi tulisan di buku catatan anda yang sudah lusuh. Cocokan dengan buku textbook. Sekarang tulis kenangan anda tentang mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak itu. Jangan tulis yang lain, konsentrasi saja ke satu mata kuliah itu. Tulisan apapun asal berhubungan dengan Rekayasa Perangkat Lunak. Satu topik tulisan cukup 4-6 paragraf saja, jangan kepanjangan. Kalau belum puas, buat lagi topik lain, batasi juga 4-6 paragraf. Nulisnya di Write->Post lho ya, jangan lupa.
  7. Kurang bahan? Dulu kayaknya pernah pinjem buku bagus tentang Rekayasa Perangkat Lunak di perpustakaan? Ok, kebetulan dah masuk waktu dhuhur dan makan siang. Jangan lupa mampir dulu untuk sholat dhuhur di masjid samping kos-kosan, dan makan siang di warteg andalan. Ok, genjot sepeda ke kampus, langsung ke perpus. Cari buku kenangan anda tadi. Juga cari banyak berita dan tulisan populer tentang software dan metode pengembangan. Kalau perpus ada internet, balik lagi ke http://wordpress.com anda. Lanjutkan tulisan-tulisan anda.
  8. Ops nggak terasa sampai maghrib di perpus. Sholat, makan malam dan pulang. Ingat-ingat deh dulu kayaknya pernah ngerjain Tugas Mandiri berhubungan dengan software? Ok kumpulin file-filenya yuk. Dari mata kuliah apa saja lah, bisa Rekayasa Perangkat Lunak, Dasar Pemrograman, Pemrograman berorientasi Obyek, atau apapun. Kalau ada program yang dulu dibuat juga kumpulin. Dibahas saja program yang pernah dibuat, sekaligus dibagi gratis tuh codenya. Walah bisa jadi satu kategori baru tuh di blog :)
  9. Sebelum tidur, baca bismillah, dan ucapkan syukur hari ini anda sudah melakukan kegiatan yang sangat baik dan  produktif, kegiatan yang bisa membanggakan orang tua, teman, tetangga, dan dosen anda. Dan Insya Allah bisa menjadi bekal kontribusi anda ke republik tercinta ini.
  10. Bangun pagi, nggak usah kebanyakan tidur, anda bukan bayi lagi :) Sholat shubuh dan lanjutkan petualangan hidup anda.
  11. Sebelum masuk kuliah baca-baca buku dulu deh, hari ini pak dosen mau ngajari apa, siapa tahu bisa jadi bahan tulisan. Kalau ada waktu pagi bikin resume atau rangkuman bab yang pak dosen akan ajar. Insya Allah saya jamin anda akan masuk ke kelas dengan suasana yang berbeda. Anda tidak lagi tidur. Horeeee! Lho kok bisa, ya soalnya anda jadi pingin konfirmasi ke pak dosen, yang anda pahami dari rangkuman tadi bener nggak. Dan anda akan  nyimak karena anda berharap bisa jadi bahan tulisan. Ada kemungkinan anda akan lebih pinter dari pak dosen, karena kadang saking sibuknya ngerjain proyek, pak dosen kadang lupa belajar … hihihi. Kalau ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab pak dosen, anda angkat tangan saja, bilang bahwa pernah mengupas tuntas masalah itu, sebutkan URL blog anda. Bantu dosen anda jawablah, siapa tahu malah nanti diminta bantu dosen ngerjain proyek atau malah jadi asisten dosen. Cuman jangan galak-galak sama adik kelas yah, jaman dosen bangga karena nggak ngelulusin mahasiswa sudah kuno. Yang trend sekarang dosen gaul, kayak si broer sang dosen flamboyan (ngajar di semua kampus di jakarta bo) dan mbah IMW dari gundar :)
  12. Lanjutkan perdjoeangan. Mudah-mudahan semester ini tumpukan nilai A anda semakin banyak. Dan Insya Allah saya jamin, anda tidak akan kesulitan ngerjain skripsi atau TA di semester akhir. Kok bisa? Ya, anda sudah terbiasa banyak baca dan nulis, ini modal penting bikin skripsi. Logikanya kalau anda banyak nulis, pasti banyak baca tho :) Jangan lupa untuk submit artikel-artikel anda di IlmuKomputer.Com, prosedurnya ada di sini nih. Ini penting karena kabarnya numpang nampang di IlmuKomputer.Com bisa bawa hoki, bisa dapat jodoh, pekerjaan, project atau ketularan gemuk dari foundernya. Yang pasti bisa bantu ningkatin traffic blog anda :)
  13. Kalau kebiasaan 1-12 anda lakukan sampai anda lulus, Insya Allah anda tidak akan kesulitan mencari pekerjaan. Justru pekerjaan yang akan mencari anda. Tulisan-tulisan anda di blog sudah di-indeks oleh banyak mesin mencari. Bahkan mungkin kalau orang googling dengan keyword “Rekayasa Perangkat Lunak Indonesia“, yang muncul nomor satu adalah blog anda. Anda nggak perlu bawa CV ke mana-mana karena anda sudah tulis di blog anda. Tentu anda akan semakin surprise kalau ada penerbit yang nawarin membukukan tulisan-tulisan Rekayasa Perangkat Lunak yang anda telateni selama ini. Kesempatan jadi dosen bukan mimpi lagi, lha wong yang nulis bukunya anda je. Wajar tho sekalian ngajar ;) Malah anda mungkin sudah ditokohkan oleh masyarakat Indonesia di bidang Rekayasa Perangkat Lunak? Amiiin. Cuman jangan sombong, sombong itu temannya setan :)
  14. Akhirnya, alhamdulillah anda telah sukses melewati kehidupan mahasiswa anda dengan baik. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena perdjoeangan anda sendiri, karena tangan anda sendiri, dan tentu saja pertolongan dari yang DIATAS. Jangan lupa, tetap lanjutkan perdjoeangan di kehidupan baru. (Romi Satria Wahono)

Selasa, 26 Februari 2013

7 TAHAP MERAIH IMPIAN
ALA BASO ASWAR


Tahap-tahap mencapai impian ini adalah cara praktikal untuk menetapkan tujuan dan meraihnya, bukan teoritis saja. Bisa dipraktikkan dengan mudah! Sumbernya adalah postingan hot thread di kaskus

7 Tahap Meraih Impian

"Anda tidak akan pernah kemana-mana jika Anda sendiri tidak tahu akan kemana"

Penyebab utama mengapa seseorang tidak pernah menjadi kaya / sukses adalah karena ia sendiri tidak memilih atau memiliki target untuk menjadi kaya / sukses.
Berikut beberapa langkah yang bisa Agan coba untuk menentukan GOAL dalam hidup Agan :

1. POSITIF

GOAL Agan harus dinyatakan dalam kalimat positif serta dapat diukur dengan pasti
Bahagia, senang, sehat, sukses adalah contoh GOAL yang tidak dapat diukur dengan pasti

Contoh :
"Saya ingin bahagia" ? tidak dapat diukur
Tanya : "Apa yang membuat Agan Bahagia?"
Jawab : "Kalau saya mempunyai uang banyak"
Tanya : "Berapa banyak uang yang Agan inginkan?"
Jawab: "Sekitar 10.000.000.000"
Berarti GOAL Agan harus dirubah bukannya "Saya ingin bahagia" tetapi menjadi :
"Saya ingin memiliki uang sebesar Rp. 10.000.000.000"

2. CONTEXT

Context berbicara tentang kapan, di mana dan dengan siapa Agan menginginkan GOAL Agan menjadi nyata
Contoh :
Positif : "Saya ingin memiliki uang sebesar Rp. 10.000.000.000"
Outcome:
(Di mana) di Bank Sesuatu Indonesia
(Kapan) Bulan Desember 2012
(Dengan Siapa) Anak dan Istri saya

3. EVIDENCE

Agan harus melihat dengan imajinasi Agan dan melibatkan panca indra (melihat, mendengar, merasa) pada saat Agan telah memiliki / mencapai GOAL Agan dan proses pada saat Agan sementara menuju GOAL Agan. Bagaimana Agan tahu kalau Agan telah mencapai GOAL Agan?

Contoh :
Saya melihat tabungan saya bertambah sebesar 10.000.000.000
Saya mendengar istri saya berkata "Pah, uang kita sudah banyak sekarang"
Saya merasa senang karena bisa memiliki waktu yang banyak untuk bermain-main dengan anak-anak saya
Bagaimana Agan tahu bahwa Agan sedang menuju ke arah GOAL Agan?
Ketika saya melihat diri saya menyetorkan uang di Bank

4. SELF CONTROL

Agan tidak dapat membuat GOAL untuk orang lain karena mereka memiliki kehendak bebas dan Agan tidak dapat mengontrol mereka sepenuhnya
Outcome:
Agan tidak dapat mengatakan :
Saya ingin anak saya ... ... ... ... ...
Saya ingin suami / istri / teman saya ... ... ... ... ...

5. ACTION

Ada tiga tindakan yang harus Agan buat untuk membawa Agan sedikit lebih dekat kepada GOAL Agan :

Contoh :
  1. Apa tindakan yang harus Agan tingkatkan?
  2. Kebiasaan apa saja yang harus Agan kurangi agar waktunya bisa untuk hal positif lain?
  3. Langkah awal apa yang akan saya lakukan untuk membawa saya 1 langkah lebih dekat ke GOAL saya?
Outcome:
  1. Saya akan meningkatkan kunjungan prospek agar penjualan saya meningkat
  2. Mengurangi waktu online game facebook dengan ngaskus
  3. Membuat jadwal kunjungan untuk besok dan minggu ini

6. WORTHWHILE

Agan harus memiliki alasan yang kuat mengapa Agan harus mencapai GOAL Agan
Tanyakan mengapa GOAL Agan penting?

Outcome:
Tanya : "Mengapa Agan ingin punya uang 10.000.000.000?"
Jawab : "Karena saya ingin membahagiakan keluarga saya"
Tanya : " Mengapa itu penting?"
Jawab : "Karena saya ingin menjadi ayah dan suami yg bertanggung jawab!"

7. VISUAL

Agan harus bisa membayangkan dengan dalam, saat-saat di mana Agan telah memiliki apa yang Agan inginkan (GOAL).
Rasakan perasaan Agan saat itu, dengarkan apa yang ingin Agan dengar dan lihat apa yang ingin Agan lihat.

Perbesar gambar yang Agan lihat, perjelas suara yang Agan dengar dan lipatgandakan perasaan yang Agan rasakan 100 kali lipat.


Simpan GOAL Agan di dalam pikiran dan hati Agan agar setiap saat ia akan memberitahukan Agan apabila ada tindakan Agan yang menjauhi jalan menuju GOAL Agan.
ADA 2 HAL PENTING DALAM MEMBUAT GOAL :
1. TULISKAN DI ATAS KERTAS YANG MEMUNGKINKAN ANDA BISA MEMBACANYA BERULANG-ULANG. KALO TS BIKIN DI KERTAS KECIL, TERUS TARO DOMPET, PENGGANTI FOTO
2. TULISKAN DI DALAM PIKIRAN ANDA
TIPS MENJADI ORANG SUKSES

1. Keberanian untuk berinisiatif. Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang! Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif. Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.
2. Tepat waktu Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.
3. Senang melayani dan member Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja! Tetapi, setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita
4. Membuka diri terlebih dahulu Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka. Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?
5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru. Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar
6. Senang mempelajari hal-hal baru Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan
7. Jarang mengeluh Profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.” Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik)
8. Berani menanggung resiko Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat
9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat) Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut
10. “Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri. Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.

Jumat, 07 Desember 2012

CARA MERAYU CEWEK YANG SIFATNYA CUEK

Cewek cuek tuh bener-bener dingin. Kesannya ketus dan nggak ramah. Ngadepin cewek yang kayak gini muka mesti tebel. Semangat juga kudu gede. Soalnya kalo niat kita nggak kuat, ngeliat tampang dinginnya aja udah males. Padahal belum tentu juga mereka sedingin tampang yang mereka kasih liat. Bisa aja dibalik kecuekannya, sebenernya mereka sensitif abis.
Terus gimana dong caranya supaya bisa bikin cewek model ini bisa jatuh ke tangan kita? Ada nih:
  • Hantem terus jack! Benteng cewek kayak gini biasanya tebel abis tuh. Tapi yang namanya benteng kan kalo “diserang” terus lama-lama toh jebol juga.
  • Jangan pecicilan di depan mukanya. Cewek cuek tuh paling sebel ngeliat cowok ketimpringan yang nggak juntrung. Just play it cool bro!
  • Cari hobinya dan kulik abis. Ini penting supaya upaya kita ngedeketin doi jadi makin lancar.
  • Jangan pasang muka “permusuhan” kalo kita diketusin. Keketusan biasanya jadi senjata doi buat ngusir. Kalo kita bisa ngelawan, kan lama-lama doi capek juga. Tapi inget, ada batasnya juga kali. Kalo kebangetan, ngapain juga diterusin.
  • Deketin temen-temennya. Korek informasi sebanyak-banyaknya. Kalo dapet info berharga, gunakan sebagai “senjata” buat bikin doi “nyerah”.
  • Jangan ikut-ikutan cuek. Justru kita harus lebih perhatian.
OK.. hanya segitu saja tips jitu merayu pdkt cewek yang dapat duniabaca.com share, semoga dapat membantu Anda yang sedang dilanda asmara dan masih dalam tahap pendekatan. Selamat Berjuang.

Selasa, 03 Januari 2012

SOSIALISASI
jangan di baca gak lengkap Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Jenis sosialisasihttp://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png

Keluarga sebagai perantara sosialisasi primer
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.
  • Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.
  • Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.

Tipe sosialisasi

Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.
  • Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
  • Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.

Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah, seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. dengan adanya proses soialisasi tersebut, siswa akan disadarkan tentang peranan apa yang harus ia lakukan. Siswa juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. Misalnya, apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman atau tidak? Apakah perliaku saya sudah pantas atau tidak?
Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal dan informal, namun hasilnya sangat suluit untuk dipisah-pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus.

Pola sosialisasi

Sosiologi dapat dibagi menjadi dua pola: sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris. Sosialisasi represif (repressive socialization) menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan. Penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal dan berisi perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant other. Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization) merupakan pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak diberi kebebasan. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak. Keluarga menjadi generalized other.

Proses sosialisasi

[sunting] Menurut George Herbert Mead

George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.
  • Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.
  • Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)
  • Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
  • Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Menurut Charles H. Cooley

Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut.
1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain.
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi di kelas dan selalu menang di berbagai lomba.
2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.
Dengan pandangan bahwa si anak adalah anak yang hebat, sang anak membayangkan pandangan orang lain terhadapnya. Ia merasa orang lain selalu memuji dia, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini bisa muncul dari perlakuan orang terhadap dirinya. MIsalnya, gurunya selalu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai lomba atau orang tuanya selalu memamerkannya kepada orang lain. Ingatlah bahwa pandangan ini belum tentu benar. Sang anak mungkin merasa dirinya hebat padahal bila dibandingkan dengan orang lain, ia tidak ada apa-apanya. Perasaan hebat ini bisa jadi menurun kalau sang anak memperoleh informasi dari orang lain bahwa ada anak yang lebih hebat dari dia.
3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut.
Dengan adanya penilaian bahwa sang anak adalah anak yang hebat, timbul perasaan bangga dan penuh percaya diri.

Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak dicap "nakal", maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya.

Agen sosialisasi

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah.
Pesan-pesan yang disampaikan agen sosialisasi berlainan dan tidak selamanya sejalan satu sama lain. Apa yang diajarkan keluarga mungkin saja berbeda dan bisa jadi bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agen sosialisasi lain. Misalnya, di sekolah anak-anak diajarkan untuk tidak merokok, meminum minman keras dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba), tetapi mereka dengan leluasa mempelajarinya dari teman-teman sebaya atau media massa.
Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya saling mendukung satu sama lain. Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan.
  • Keluarga (kinship)
Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya, sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya, misalnya pramusiwi, menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.
  • Teman pergaulan
Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. Oleh sebab itu, dalam kelompok bermain, anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.
  • Lembaga pendidikan formal (sekolah)
Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.
  • Media massa
Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh:
·         Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.
·         Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
·         Gelombang besar pornografi, baik dari internet maupun media cetak atau tv, didahului dengan gelombang game eletronik dan segmen-segmen tertentu dari media TV (horor, kekerasan, ketaklogisan, dan seterusnya) diyakini telah mengakibatkan kecanduan massal, penurunan kecerdasan, menghilangnya perhatian/kepekaan sosial, dan dampak buruk lainnya.
  • Agen-agen lain
Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.

Stratifikasi sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

[sunting] Pengertian

Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.

[sunting] Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

[sunting] Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

[sunting] Ukuran kekuasaan dan wewenang

Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

[sunting] Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

[sunting] Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.



STRATIFIKASI SOSIAL
  1. Disampaikan oleh : Edy Purnomo,M.Si Pada Kuliah Mata Kuliah Sosiologi Jur.Keperawatan Curup Poltekkes Bengkulu STRATIFIKASI SOSIAL
  2. STRATIFIKASI SOSIAL
    • Secara harafiah stratifikasi berasal dari kata STRATUM = berarti Lapisan
    • Sosial berasal dari kata Socius = kawan/ masyarakat
    • Jadi Stratifikasi Sosial
    • Yaitu perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat
  3. Inti/hakekat dan Dasar STRATIFIKASI
    • Yaitu tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak-hak dan kewajiban-kewajiban.
      • Kewajiban dan Tanggung jawab.
    • Nilai-nilai sosial dan pengaruhnya diantara anggota-anggota masyarakat.
    • (Menurut A.Sorokin)
  4. TERJADINYA STRATIFIKASI
    • 1.Dengan Sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat.
    • Contoh : Kepandaian, Senior, Tingkat umur, Harta dll
    • 2. Dengan Sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama.
    • Contoh : Sistem kepangkatan PNS,ABRI,Feodal,dll
  5. POKOK-POKOK PEDOMAN UNTUK MENELITI TERJADINYA STRATIFIKASI
    • Berpokok pada sistem pertentangan dalam masyarakat
    • Dapat dianalisa dalam ruang lingkup unsur-unsur :
    • 1.Distribusi hak-hak istimewa objektif
    • Contoh : Penghasilan
    • 2.Kekayaan , keselamatan dan wewenang
    • 3.Sistem Pertanggaan yang diciptakan warga masyarakat.
    • Prestige dan penghargaan
    • 4.Kriteria Pertentangan
    • Contoh : Kwalitas pribadi, Keanggotaan kelompok keluarga, milik wewenang dan kekuasaan)
    • 5.Lambang-lambang kedudukan
    • Contoh : Tingkah laku hidup, cara berpakaian, perumahan, keanggotaan suatu organiasi.
    • 6.Mudah atau Sukarnya bertukat kedudukan
6.       
    • 7. Solidaritas diantara individu-individu atau kelompok-kelompok sosial yang menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial masyarakat.
    • a. Pola-pola interaksi
    • (keanggotaan organisasi, Perkawinan)
    • b.Kesamaan/ ketidaksamaan sistem kepercayaan, sikap dan nilai-nilai
    • c.Kesadaran akan kedudukan masing-masing
    • d.Aktivitas sebagi organ kolektif
  1. SIFAT-SIFAT STRATIFIKASI
    • 1.BERSIFAT TERTUTUP (CLOSED STRATIFICATION)
    • Yaitu membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik gerak ke atas maupun gerak kebawah, bila akan menjadi anggota biasanya berdasarkan kelahiran (contoh : Kasta dalam agama Hindu, Sistem Feodal, Sistem Rasial)
    • 2. BERSIFAT TERBUKA (OPEN STRATIFICATION)
    • Yaitusetiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan , atau bagi mereka yang tidak beruntung untuk jaatuh dari lapisan atas ke lapisan bawahnya.
  2. CONTOH STRATIFIKASI PADA MASYARAKAT BALI
    • Menurut garis keturunan laki-laki dapat kita lihal pada gelar nama yang dipakai :
    • Kasta Brahmana Ida Bagus
    • Kasta Satria Tjokorda, Dewa,Ngahan
    • Kasta Vesia Bagus, Ida Gusti,Gusti
    • Kasta Sudra Pande.Kban,Pasek
  3. SIFAT-SIFAT STRATIFIKASI DILIHAT SECARA GAMBAR/VISUAL
    • 1.TERTUTUP
    • Mobilitas sangat terbatas
brahmana Satria Vesia Sudra
  1. SIFAT TERBUKA
    • Mobilitas sangat besar
Setiap individu dapat naik strata, dari tingkat rendah ke tingkat yang Lebih tinggi , atau dari yang tinggi turun ke yang lebih rendah Atas Menengah Bawah
  1. SIFAT CAMPURAN NON-PRIBUMI PRIBUMI Atas Menengah Bawah
  2. D.DASAR-DASAR STRATIFIKASI
    • Bibit yang menumbuhkan stratifikasi yaitu
    • barang yang dihargai misalnya
    • - Uang
    • - Harta benda
    • - Tanah
    • - Kekuasaan
    • - Ilmu Pengetahuan
  3. UKURAN/KRITERIA DALAM STRATIFIKASI
    • 1.Ukuran Kekayaan
    • 2. Ukuran Kekuasaan
    • 3.Ukuran Kehormatan
    • 4. Ukuran Ilmu Pengetahuan
    • Ukuran tersebut tidak bersifat liminatif, masih ada ukuran lain yang dipergunakan, Tapi ukuran tersebut yang menonjol
  4. E. UNSUR –UNSUR STRATIFIKASI
    • 1.Kedudukan (Status)
    • Yaitu kedudukan sebagai tempat/posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial
    • 2.Peranan (Role)
    • Yaitu Peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan.
  5. MACAM-MACAM KEDUDUKAN
    • A. ASCRIBED STATUS
    • Yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. Contoh : Kedudukan berdasarkan kasta/feodalis
    • B. ACCHIEVED STATUS
    • Yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan sengaja. Contoh : Pendidikan
    • C. ASSIGNED STATUS
    • Yaitu kedudukan yang diberikan kepada tokoh masyarakat/ orang yang berjasa.
  6. F.MOBILITAS SOSIAL
    • Yaitu Pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial
  7. TIPE-TIPE GERAK SOSIAL
    • 1. Gerak Sosial yang Horizontal
    • Yaitu suatu perihal individu/ objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat.
    • 2. Gerak Sosial yang Vertikal
    • Yaitu perpindahan individu/ objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat.
  8. GUNA MENELITI GERAK SOSIAL
    • Yaitu untuk mendapatkan keterangan-keterangan perihal kelanggengan dan keluwesan struktur sosial suatu masyarakat tertentu .
  9. PRINSIP-PRINSIP UMUM GERAK SOSIAL YANG VERTIKAL :
    • 1. Hampir tak ada masyarakat yang sifat stratifikasinya, secara mutlak tertutup.
    • 2. Betapapun terbukannya sistem berlapis-lapis dalam suatu masyarakat, tak mungkin gerak sosial yang vertikal dilakukan dengan sebab-sebabnya, dengan kata lain banyak hambatannya.
  10. Lanjutan … 3. Setiap masyarakat mempunyai ciri- cirinya yang khas bagi gerak sosialnya yang vertikal 4. Laju gerak sosial yang vertikal yang disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi, politik serta pekerjaan adalah berbeda 5. Gerak sosial vertikal yang disebabkan faktor ekonomi, politik dan pekerjaan, tak ada kecenderungan yang kontiniu, perihal bertambah/berkurangnya laju gerak sosial

BAB 5 KONFORMITAS DAN PENYIMPANGAN

Konsep konformitas didefinisikan Shepard sebagai bentuk interaksi yang di dalamnya seseorang berperilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan kelompok.

Pada umumnya kita cenderung bersifat konformis. Berbagai studi memperlihatkan bahwa manusia mudah dipengaruhi orang lain.salah satu di antaranya adalah studi Muzafer Sherif, yang membuktikan bahwa dalam situasi kelompok yang cenderung membentuk suatu norma sosial.

Vander Zander mendefiniskan penyimpangan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Dalam tiap masyarakat kita selalu menjumpai adanya anggota yang menyimpang. Di samping penyimpangan (deviance) dan penyimpangan (deviant) kita menjumpai juga institusi menyimpang (deviant institution). menurut para ahli sosiologi penyimpangan bukan sesuatu yang melakat pada bentuk perilaku tertentu, melainkan diberi ciri penyimpangan melalui definisi sosial.

Dalam sosiologi dikenal berbagai teori sosiologi untuk menjelaskan mengapa penyimpangan terjadi. Menurut teori Differential Association (Sutherland) penyimpangan bersumber pada pergaulan yanf berbeda, dan melaui proses alih budaya seseorang mempelajari sub-kebudayaan menyimpang. Menurut teori labeling (Lemert) seseorang menjadi menyimpang karena proses pemberian julukan, cap, etiket, merk, oleh masyarakat kepadanya.
Merton mengidntifikasikan lima tipe adaptasi individu terhadap situasi tertentu; empat di antaranya merupakan perilaku menyimpang. Pada konformitas perilaku mengikuti tujuan masyarakat, dan mengikuti cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut; pada inovasi perilaku mengikuti tujuan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang masyarakat; pada ritualisme perilaku seseorang telah meninggalkan tujuan budaya namun masih berpegang pada cara-cara yang digariskan masyarakat; dan pada retreatism seseorang tidak mengikuti tujuan budaya dan juga tidak mengikuti cara untuk meraih tujuan budaya.

Menurut teori fungsi (Durkheim) kejahatan perlu bagi masyarakat, karena dengan adanya kejahatab maka moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal. Teori konflik (Marx), di lain pihak, mengatakan bahwa apa yang merupakan perilaku menyimpang didefinisikan definisikan oleh kelompok-kelompok berkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan mereka sendiri, dan bahwa hukum merupakan pencerminan keinginan kelas yang berkuasa.

Para ahli sosiologi membedakan berbagai tipe kejahatan. Kejahatan tanpa korban merupakan kejahatan yang tifak mengakibatkan penderitaan pada korban. Kejahatan yang diorganisasikan adalah komplotan berkesinambungan untuk memperoleh uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum melalui penyebaran rasa takut atau melalui korupsi. Kejahatan kerah putih mengacu kepada kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaannya. Tindak pidana koorporasi (corporate crime) merupakan jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian.

Perubahan sosial


Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.[1][2]

Pengertian

Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut : [3]
  1. Kingsley Davis: perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1]
  2. William F. Ogburn: perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.[1]
  3. Mac Iver: perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.[1]
  4. Gillin dan Gillin: perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.[1]

Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:
[4]
  1. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat.
  2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
  3. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri.
  4. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.

[sunting] Bentuk-bentuk

[sunting] Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi

Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. [1]

[sunting] Perubahan evolusi

Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.[1] Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.
Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu[6]:
  • Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna.
  • Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.
  • Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian.

[sunting] Perubahan revolusi

Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.[7] Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.[7] Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.[7]
Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.[1] Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah[1]:
  • Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.[1]
  • Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.[1]
  • Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.[1]
  • Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologi tersebut.[1]
  • Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal.[1]

[sunting] Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan

[sunting] Perubahan yang direncanakan

Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat.[1][8] Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.[1] Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change.[1] Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. Misalnya, untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio, pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).[1]

[sunting] Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh

Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat.[1] Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala-kendala dalam masyarakat.[1] Oleh karenanya, perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi.[1] Misalnya, kasus banjir bandang di Sinjai, Kalimantan Barat. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan.[1] Sebagai akibatnya, banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru.[1]

[sunting] Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil

Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini[1].

[sunting] Perubahan berpengaruh besar

Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per- ubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat.[1] Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi.[1] Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.[1]

[sunting] Perubahan berpengaruh kecil

Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.[1] Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut. Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis.[1]